Pengembangan Industri Bunga Mawar Mulai Dirintis di Dieng


Butuh Info? Kami Siap Melayani!!

Kantor Pemasaran

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sustaini/public_html/wp-content/plugins/php-code-widget/execphp.php(27) : eval()'d code on line 9

Pengembangan Industri Bunga Mawar Mulai Dirintis di Dieng

Pengembangan industri bunga terutama bunga mawar di daerah Dieng mulai digiatkan oleh para petani. Bekerjasama dengan para praktisi di bidangnya, petani mulai merintis sebuah industri bunga mawar yang dijadikan sebagai essence oil. Selain harga jualnya yang tinggi, pengembangan industri ini pun bisa menambah nilai pariwisata di daerah tersebut.

Dalam hal pengembangan industri tersebut, para petani bekerjasama dengan mereka yang sudah expert dibidangnya dan juga dengan pakar penelitian yang dihadirkan dari UII Yogyakarta. Jika bunga mawar sebelumnya lebih cenderung ke florist Jogjakarta, saat ini pengembangannya lebih kea rah industri.

Sebagai saah satu dari banyak petani di Dieng yang juga menjadi penggiat pariwisata di daerah tersebut, Sarwo Edi saat ditemu di kegiatan audiensi bersama Hadi Supeno, Wakil Bupati Banjarnegara menyatakan bahwa hasil observasi menyebutkan bahwa daerah Dieng adalah daerah yang tepat untuk pertumbungan bunga mawar.

Menurut observasi yang dilakukan, lingkungan di Dieng ini sama dengan lingkungan di Bulgaria yang dijadikan sebagai pusat pengembangan bunga mawar. Dan tempat di Bulgaria ini sendiri lah yang menjadi rujukan dalam pengembangan essence oil yang dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat parfum.

Seperti yang dikatakan Edi, bunga mawar ini bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian seribu sampai dua ribu meter dpl. Dan daerah dataran tinggi Dieng tentu berada pada skala tersebut. Setelah observasi pertama, akan dilakukan observasi lanjutan yang lebih detil dan akan terus berlanjut. Tentunya, hal tersebut juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pihak Pemkab Banjarnegara.

Sedangkan dari pihak UII diwakili oleh Lutfi yang seorang dosen farmasi ini, nilai jual dari olahan essence oil ini memiliki grade yang sangat bagus. Dalam hal ini, di pasaran harga per cc untuk essence oil bisa mencapai Rp 2,5 juta. Hal ini tentu sangat menggiurkan untuk florist jogjakarta yang juga menanam mawarnya sendiri dan ingin meningkatkan nilai penghasilannya.

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa volume satu cc essence oil tersebut adalah hasil panenan untuk bunga mawar seberat satu ton. Yang menarik dari hal ini adalah waktu yang dibutuhkan tidaklah lama untuk sekali panen. Hanya dibutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat bulan untuk mengembangkan dan selanjutnya bunga dapat dipanen hingga bertahun-tahun oleh para petani setiap minggunya.

Dalam mendampingi para petani, Lutfi menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi bukan hanya saat menanam dan memanen saja, tetapi juga untuk mempertemukan para petani ini dengan konsumen. Sehingga persoalan pemasaran pun tidak perlu dikhawatirkan oleh para petani.

Menurut Lutfi, proses penyulingan minyak untuk pembuatan essence oil ini pun tidaklah mahal karena dapat dilakukan dengan cara sederhana. Dalam hal ini dapat digunakan lemak hewan agar petani dapat melakukan penyulingan secara mandiri yang pastinya bisa dijalankan dalam skala UMKM.

Selain itu, masih ada banyak keuntungan lain yang bisa didapatkan dari pengembangan bunga mawar ini. Jika florist Jogjakarta ingin mengembangan hal semacam ini juga maka mereka juga bisa menjadikannya sebagai sebuah daya tarik untuk wisata apalagi mengingat bahwa anak muda sangat suka tempat yang indah untuk berfoto ria.

Sedangkan dari pihak Pemkab melalui Hadi Supeno, Wakil Bupati Banjarnegara sangat mengapresiasi usaha petani dan mengingatkan untuk tidak terlalu banyak melibatkan banyak pihak yang penting rencanany dahulu yang dimatangkan agar kedepannya tidak mengecewakan, karena industri jasa berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di indonesia

Sumber: https://jateng.antaranews.com/detail/petani-dieng-rintis-pengembangan-industri-bunga-mawar.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *