Industri Kambing Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Daging Konsumsi, Aqiqah dan Qurban


Butuh Info? Kami Siap Melayani!!

Kantor Pemasaran

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sustaini/public_html/wp-content/plugins/php-code-widget/execphp.php(27) : eval()'d code on line 9

Industri Kambing Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Daging Konsumsi, Aqiqah dan Qurban

Kambing Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Daging Konsumsi, Aqiqah dan Qurban

Jasa aqiqah sekarang ini sangat ramai peminatnya. Aqiqah merupakan tradisi islam yang diselenggarakan atas rasa syukur kelahiran putra atau putri dengan sehat dan selamat. Biasanya aqiqah ini dilaksanakan seminggu setelah kelahiran bayi. Bagi umat muslim yang mampu, dianjurkan menyembelih dua ekor kambing untuk anak lelaki atau satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Lalu apakah tingginya permintaan akan jasa aqiqah ini dibarengi dengan persediaan daging kambing lokal? Ternyata tidak. Industri daging kambing lokal masih belum bisa menutup permintaan warga akan daging kambing. Hal ini salah satunya dikarenakan oleh berkurangnya jumlah peternak sapi di daerah.

Alasan Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Daging dan Jasa Aqiqah dalam Setahun

Permintaan Daging Terus Meningkat

Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia bahkan menghitung, selama ini persediaan yang ada hanya menutup 50 persen kebutuhan daging nasional. Kebutuhan daging ini salah satunya adalah untuk jasa aqiqah. Selain itu kebutuhan akan daging ini akan terus meningkat ketika hari raya kurban atau di hari-hari raya lainnya.

Lantas apakah yang menyebabkan jumlah peternak sapi daerah mengalami penurunan? Salah satunya dikarenakan oleh adanya kebijakan dari pemerintah yang memasukkan daging dengan harga murah ke pasaran. Menuruh Teguh Boediyana, daging murah ini membuat peternak daerah menjadi lesu dan tidak mau beternak. Tentu saja harga yang murah ini nantinya berpengaruh pada harga jasa aqiqah. Jika harga terlalu murah, maka peternak daerah akan mengalami kerugian.

Dalam hitungan Teguh Boediyana, kebutuhan daging nasional per tahun mencapai 600 ribu ton. Termasuk di dalamnya kebutuhan daging oleh jasa aqiqah. Dengan persediaan daging lokal yang hanya menutup separuhnya, maka pemerintah melakukan impor daging dari luar negeri. Masih menurut Teguh, impor daging Indonesia selama ini termasuk tinggi. Mencapai 250 ribu ton tiap tahunnya. Dengan jumlah sekian, seharusnya kebutuhan daging nasional dapat tercukupi.

Hibah dari Australia Tidak Jelas

Lebih lanjut lagi, Teguh menyorot hibah yang diberikan Australia sebesar A$ 60 juta. Menurut Teguh, hibah tersebut masih belum ada keterbukaan oleh Kementrian Pertanian. Hal itu membuat program pemerintah atas hibah Australia menjadi tidak jelas. Padahal jasa aqiqah terus mendapat permintaan daging kambing dan tentu menjadi salah satu yang rutin membutuhkan daging lokal Indonesia.

Hibah dari Australia itu digunakan untuk mengembangkan sapi asal Australia di Indonesia. Sementara teknis pelaksanaannya sendiri masih belum dipahami karena belum adanya kejelasan dari Kementrian Pertanian Indonesia. Bukannya tidak menyambut baik hibah yang diberikan Australia, Teguh tentu mendukung adanya hibah tersebut. Apalagi dengan hibah itu diharapkan bisa menutup kebutuhan daging terutama untuk jasa aqiqah di Indonesia.

Hanya saja, sekali lagi Teguh menegaskan bahwa Kementrian Pertanian belum terbuka dan memberi pemahanan atas hibah itu pada peternak di Indonesia. Bibit-bibit sapi yang diberikan kepada peternak tentu saja perlu pemahaman mengenai cara pemeliharaannya. Kurangnya pemahaman pada peternak lokal mengakibatkan bibit yang diberikan itu tidak berkembang dengan maksimal. Tentu ini akan mengakibatkan jasa aqiqah kesulitan mencari daging untuk usaha mereka.

Salah satu pemahaman akan pemeliharaan itu didasari oleh adanya perbedaan cara beternak antara peternak Australia dan peternak Indonesia. Jika peternak Australia melepas hewan ternak mereka, lain dengan cara beternak di Indonesia. Peternak Indonesia membiarkan hewan ternak diam di dalam kandang. Jasa aqiqah menjadi konsumen utama dari para peternak Indonesia ini.

Selanjutnya mengenai hibah dari Australia, rencananya akan berlangsung hingga 5 tahun ke depan dan pelaksanaannya dilakukan bertahap. Diharapkan hibah ini dibarengi dengan pengembangan pelatihan serta pembibitan ternak di Indonesia. Sehingga kebutuhan akan daging nasional termasuk jasa aqiqah terpenuhi.

Ingin merintis usaha bisnis dekorasi ruang tamu simak tips serta apa saja yang harus disiapkan pada artikel kami sebelumnya.

http://industri.kontan.co.id/news/produksi-daging-lokal-belum-mampu-penuhi-kebutuhan

http://www.ahloulbait.com/category/jasa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *