Bank Muamalat Serta Mimpi Presiden Jokowi Bagi Industri Akutansi Keuangan Syariah


Butuh Info? Kami Siap Melayani!!

Kantor Pemasaran

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sustaini/public_html/wp-content/plugins/php-code-widget/execphp.php(27) : eval()'d code on line 9

Bank Muamalat Serta Mimpi Presiden Jokowi Bagi Industri Akutansi Keuangan Syariah

Bank Muamalat Serta Mimpi Presiden Jokowi Bagi Industri Akutansi Keuangan Syariah

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memiliki mimpi masa depan untuk tanah air yang lebih maju, salah satunya melalui bidang perbankan. Ambisi besarnya tersebut yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara atau pusat keuangan berbasis syariah. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam sehingga berbagai macam aspek kehidupan serta aktivitas sehari-hari selalu menerapkan ajaran agama tersebut.

Menurut data Statistik Perbankan Syariah, total aset telah mencapai 424,181 triliun atau sama dengan 5,97% dari keseluruhan aset perbankan negara. Bahkan untuk pangsa pasarnya sendiri telah meningkat dengan pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya bisa meraih presentase sebanyak 5,5% saja. Akan tetapi sangat disayangkan disini yaitu mengenai faktor penyebab pertumbuhan kenaikan aset yang dikarenakan adanya Konversi BPD Aceh dari bank biasa atau konvensional. Konversi tersebut mengakibatkan kenaikan harga dari pangsa pasar perbankan syariah.

Yusuf Wibisono, merupakan seorang pengamat dari Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia memberikan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa pangsa pasar yang telah didapatkan oleh perbankan syariah melalui software akuntansi sangat berjalan lamban jika dibandingkan dengan negara-negara muslim lain. Bahkan seperti Malaysia yang juga masih menjadi negara berkembang mampu mencapai peningkatan sebanyak 20%. Selain itu Arab Saudi berada di kursi paling atas karena berhasil meningkatkan perbankan syariahnya mencapai 50% bahkan terkadang lebih.

Yusuf kembali mengeaskan apabila beberapa tahun terakhir terdapat masalah besar di bidang ekonomi. Hal tersebut membuat keadaan perbankan di Indonesia menjadi bertambah parah dan kacau balau sehingga tidak terjadi peningkatan secara pesat. Salah satu diantara masalah tersebut dialami oleh Bank Muamalat dimana hanya meraih pangsa pasar 15% saja. Padahal jika Bank Muamalat mengalami berbagai masalah maka secara otomatis sebagian besar industri perbankan syariah Indonesia juga mengalami kemunduran serius. Ia menambahkan jika Indonesia telah berhasil memegang peranan penting di industri keuangan berbasis Islam atau syariah. Akan tetapi jika dilihat mengenai perkembangan Bank Muamalat akhir-akhir ini membuat pemerintah menjadi khawatir tidak bisa mewujudkan impian besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Menurut Yusuf, selain masalah dari Bank Muamalat ada lagi penyebab lain yang membuat perkembangan perbankan menjadi lamban yaitu rendahnya daya saing serta kurangnya pemanfaatan teknologi, contohnya software akuntansi. Hal yang satu ini ternyata juga dipengaruhi berbagai macam faktor, seperti ketersediaan Sumber Daya Manusia dalam perbankan syariah yang harus ditingkatkan. Indonesia memerlukan SDM dengan kualitas bagus serta mampu bekerja secara profesional. Selain itu, kendala lain ditemukan karena masyarakat sendiri belum terlalu memahami bagaimana prinsip perbankan syariah dan apa saja manfaatnya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah.

Halim menjelaskan beberapa solusi untuk mengatasi segala bentuk permasalahan yang terjadi di dunia perbankan syariah Indonesia. Misalnya saja seperti membuat sosialisasi, meningkatkan modal perbankan syariah, memanfaatkan teknologi ekonimi serperti software akuntansi dan juga kompetensi SDM. Presiden Joko Widodo sendiri telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah atau KNKS untuk membantu masalah tersebut. Diharapkan juga KNKS bisa berpihak dan membantu bank-bank Syariah seperti Muamalat. Ma’ruf Amin selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengungkapkan jika pemerintah Indonesia berkomitmen agar turut membantu mengambangkan bidang ekonomi berbasis syariah sehingga lebih mengedepankan pemberdayaan umat. Selain itu tujuan lainnya yaitu agar masyarakat golongan menengah ke bawah tidak terlalu bergantung kepada golongan atas dan dapat hidup secara mandiri.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180302214915-78-280119/bank-muamalat-dan-mimpi-jokowi-bagi-industri-keuangan-syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *